Dunia pelajaran adalah masa transisi yang mengharuskan seseorang untuk mulai hidup mandiri dan mengelola semuanya sendiri, terutama jika Anda harus menjauh dari orang tua. Stres berat yang diterima selama periode ini, baik dalam hal akademik maupun sosial, dapat memengaruhi kesejahteraan mental siswa. Dikutip oleh Everyday Health, penelitian menunjukkan bahwa 27% anak-anak kuliah memiliki masalah mental. Masalah mental anak lebih umum?

Masalah Mental Yang Rawan Menyerang Mahasiswa

1. Depresi

Menurut American Psychological Association, kasus-kasus depresi di kalangan anak-anak kuliah telah meningkat 10 persen selama 10 tahun terakhir. Depresi kiri dan tidak diobati dapat menyebabkan risiko bunuh diri. Di Amerika, bunuh diri juga merupakan penyebab kematian nomor dua bagi para siswa. Ada lebih dari seribu bunuh diri yang dilakukan oleh siswa setiap tahun.

Tidak hanya di Amerika, ada juga beberapa kasus bunuh diri yang dilakukan oleh pelajar Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh seorang siswa dari Bandung yang mengakhiri hidupnya karena tekanan kuliah.

2. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah kecemasan berlebihan yang dialami seseorang dengan intensitas yang cukup sehingga tidak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan kecemasan terdiri dari berbagai jenis seperti gangguan kecemasan sosial, gangguan panik, fobia hal-hal tertentu dan gangguan kecemasan umum. Salah satu gejala gangguan kecemasan yang cukup parah adalah stres ekstrem dan kekhawatiran berlebihan yang mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi secara normal.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 75% orang yang memiliki gangguan kecemasan umumnya menunjukkan berbagai gejala sebelum memasuki usia 22 tahun. Bahkan penelitian terbaru terhadap siswa di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 80 persen siswa melaporkan stres dan 13 persen didiagnosis menderita penyakit mental. seperti gangguan depresi dan kecemasan.

Jika Anda mengalami gejala gangguan kecemasan, seperti kecemasan, peningkatan denyut jantung, gemetar, dan kesulitan mengendalikan rasa takut dan kecemasan maka segera pergi ke pusat kesehatan kampus. Anda juga dapat berkonsultasi dengan orang tua Anda segera untuk dapat pergi ke terapis jika perlu.

3. Gangguan makan

Berbagai gangguan makan seperti anoreksia, bulimia dan pesta makan adalah penyakit mental yang umum pada anak-anak kuliah. Secara umum, stres akibat menjadi serangkaian tugas yang menumpuk dan menjauh dari orang tua dapat memicu gejala gangguan makan.

Sebuah survei oleh Program Penyaringan Gangguan Makan Nasional mengatakan di bawah ini sekitar 62 persen wanita di universitas memiliki kebiasaan makan yang normal yang dapat memicu gangguan makan.

4. Cedera diri

Perilaku buruk dan terluka di beberapa bagian tubuh yang umumnya tidak terlihat dalam perilaku yang dilakukan sebagai respons terhadap stres dan besarnya tekanan yang luar biasa. Mendebarkan lengan dengan pisau cukur, membenturkan kepala, sengaja tidak makan adalah cara untuk mengalihkan pikiran dari hal-hal yang membuat stres dan trauma.

Meskipun sedikit orang yang menyadari kenyataan bahwa tindakan ini sendiri dan menempatkan mereka dalam bahaya yang salah, tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa cedera pribadi bukanlah cara terbaik untuk mengelola emosi yang mereka rasakan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh para peneliti di Cornell dan Princeton University menemukan bahwa sekitar 20 persen siswa perempuan dan 14 persen siswa melakukan sesuatu untuk menyakiti diri mereka sendiri. Sayangnya, hanya kurang dari 7% yang meminta bantuan orang terdekat.

5. Alkohol dan narkoba

Alkohol adalah salah satu zat yang paling sering disalahgunakan oleh siswa. Penyalahgunaan alkohol, obat-obatan terlarang dan obat-obatan yang diresepkan (obat penenang) menjadi masalah serius yang pada akhirnya berkontribusi pada kecelakaan dan pelecehan seksual di kalangan siswa.

Tekanan berlebihan pada dunia pelajaran bisa membuat siswa keluar tentang hal-hal yang membuatnya tenang untuk sementara waktu seperti alkohol dan obat-obatan terlarang.

6. Insomnia

Meskipun tidak tergolong penyakit mental, insomnia bisa menjadi salah satu dari gejala seperti depresi dan gangguan. Insomnia juga bisa menjadi masalah fisik yang harus dilakukan terus-menerus.

Belajar dan mengerjakan tugas hingga tengah malam, bangun pagi untuk membuka kelas, dan segudang kegiatan di organisasi bisa membuat siswa kesulitan dan kesulitan tidur. Untuk mengatasinya, Anda perlu memesan tidur yang cukup ketat dan bebaskan berbagai stimulan seperti kafein dan juga nikotin.

Baca Juga :