Peninggalan kerajaan Sriwijaya


Kerajaan Sriwijaya
Sebagai kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara, tentu saja peninggalan kerajaan Sriwijaya menyebar ke seluruh wilayah mereka. Jenis peninggalan kerajaan Sriwijaya yang masih ada sampai sekarang adalah dalam bentuk prasasti. Berikut ini adalah prasasti dari kerajaan Sriwijaya.

1. Prasasti Kapur
Prasasti cretaceous adalah prasasti dari kerajaan Sriwijaya di bagian barat pulau Bangka. Bahasa yang ditulis pada prasasti ini menggunakan bahasa Melayu kuno dan menggunakan aksara Pallawa. Prasasti ini ditemukan sekitar tahun 1892 pada bulan Desember.

Orang yang berhasil menemukan prasasti ini adalah J.K. van der Meulen. Prasasti ini mengandung kutukan bagi siapa saja yang menyangkal perintah kerajaan dan kekuasaan akan dikenakan kutukan.

2. Prasasti Kedukan Bukit
Seseorang bernama Batenburg menemukan papan tulis di Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir pada 29 November 1920 M. Ukuran prasasti ini sekitar 45 x 80 sentimeter dan ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu.

Kerajaan Pajajaran
Prasasti ini berisi utusan kerajaan bernama Dapunta Hyang yang melakukan perjalanan suci atau sidhayarta dengan perahu. Didampingi oleh 2.000 tentara, perjalanannya membuahkan hasil. Saat ini, prasasti Kedukan Bukit disimpan di Museum Nasional Indonesia.

3. Pendaftaran Telaga Batu
Prasasti ini ditemukan di sekitar telaga Telaga Biru, Kelurahan Ilir 3, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Isi prasasti ini berbicara tentang kutukan bagi mereka yang membahayakan Sriwijaya. Keberadaan prasasti ini sama dengan prasasti Kedukan Bukit, yang dilestarikan di Museum Nasional Indonesia.

4. Prasasti Talang Tuwo
Warga Palembang Louis Constant Westenenk menemukan prasasti itu pada 17 November 1920. Prasasti ini ditemukan di kaki bukit Seguntang di sekitar pantai utara sungai Musi. Isi prasasti ini berisi doa pengabdian dan menunjukkan perkembangan agama Buddha di Sriwijaya.

Aliran yang digunakan di Sriwijaya adalah aliran Mahayana yang ditunjukkan oleh kata-kata Buddha Mahayana sebagai bodhicitta, vajrasarira dan lainnya.

5. Registrasi efektif
Prasasti yang ditemukan di Thailand selatan memiliki dua sisi, yaitu sisi A dan sisi B. Di sisi A itu menggambarkan pahlawan Sriwijaya. Dalam prasasti tertulis bahwa raja Sriwijaya adalah raja dari semua raja dunia yang telah mendirikan Caiya Trisamaya untuk Kajara.

Mengenai sisi B atau yang disebut prasasti ligor B berisi atribusi dari judul Visnu Sesawarimadawimathana. Gelar tersebut diberikan kepada Sri Maharaja, yang berasal dari keluarga Sailendravamasa.

6. Prasasti Pasemah Palas
Prasasti Palas Pasemah adalah prasasti yang ditemukan di desa Palas Pasemah, di selatan Lampung. Bahasa yang digunakan dalam prasasti ini menggunakan bahasa Melayu kuno dengan kata Pallawa dan terdiri dari 13 baris kalimat.

Isi prasasti ini mengandung kutukan pada orang-orang yang tidak tunduk pada otoritas Sriwijaya. Diperkirakan prasasti ini berasal dari abad ke 7 Masehi. Dikatakan, prasasti ini ditemukan di pinggiran rawa desa.

Kerajaan Islam di Indonesia
7. Prasasti Karang Birahi
L.M. Controller Berkhout menemukan prasasti Karang Birahi pada tahun 1904 di sekitar pantai Batang Merangin, Jambi. Juga isi prasasti Karang Birahi kurang lebih sama dengan prasasti dari poin-poin sebelumnya, khususnya mengenai kutukan bagi mereka yang tidak tunduk pada Sriwijaya.

Raja kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya
Raja kerajaan Sriwijaya yang berhasil menaklukkan Jawa dan Melayu adalah Dapunta Hyang atau Sri Jayanasa dan memimpin pada tahun 671. Kemudian pada 728 hingga 742, Sriwijaya dipimpin oleh Rudra Wikrama yang mengirim utusan ke Cina selama kepemimpinannya.

Pada 702, Sriwijaya dipimpin oleh Sri Indrawarman dan dilanjutkan oleh Sri Maharaja pada 775. Berkat kepemimpinannya, Kamboja dan Thailand berhasil ditaklukkan oleh Sriwijaya. Pada 851, Sriwijaya dipimpin oleh Maharaja, yang dilanjutkan oleh Balaputra Dewa pada 860 Masehi

Raja Sriwijaya berikutnya adalah Sri Udayadityawarman yang memimpin kerajaan pada 960 M dan melanjutkan dari Sri Udayaditya pada 962 M. Kepemimpinan Sriwijaya dilanjutkan oleh Sri Sudamaniwarmadewa dan Marawijayatunggawarman pada 1044 Masehi.

Panduan terakhir Kerajaan Sriwijaya adalah Sri Sanggaramawijayatunggawarman pada 1044 M. Berkat kepemimpinannya, Sriwijaya berhasil ditaklukkan oleh India.

cakupan
Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan yang pernah menang pada masanya. Pada kenyataannya, kerajaan ini dikenal oleh negara-negara asing. Berbagai berita asing, mulai dari bahasa Arab hingga Cina, berbicara tentang kerajaan ini di pulau Sumatra.

Sumber : rumusguru