bandungbeton.co.id – Puisi adalah karya sastra yang populer di kalangan banyak orang. Dari remaja hingga orang tua. Para pecinta sastra harus tahu apa itu puisi.

Nah, bagi Anda yang ingin dan hanya ingin bertarung di bidang salah satu karya sastra ini, Anda perlu tahu puisi. Sebelum membahas berbagai jenis puisi, perlu diketahui makna puisi itu.

Puisi adalah salah satu media yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan. Isi dari pesan ini dapat berupa ekspresi atau pesan dari seseorang ke orang lain atau audiens.

Ada beberapa aturan dalam puisi. Berikut ini adalah sajak, jumlah baris dan juga makna yang terkandung dalam bagian ini. Karena itu puisi menekankan suara, struktur dan makna.

Untuk puisi yang berbeda, ada dua bentuk yang berbeda, yaitu puisi lama dan baru.

Memahami puisi kuno
Puisi lama, atau sering disebut sebagai puisi konvensional, adalah jenis puisi yang ada. Jenis puisi ini masih terikat dengan puisi, susunan garis-garis di setiap kamar dan jumlah kata di setiap baris, dan musikalitas puisi itu banyak dipertimbangkan.

Puisi-puisi lama telah diterbitkan sejak zaman kuno dan sering digunakan dalam upacara tradisional.

Ketentuan-ketentuan puisi lama adalah:

1. Jumlah kata dalam 1 baris

2. Jumlah garis dalam sebuah ruangan bisa 2, 4 atau lebih

3. Jumlah suku kata

4. Ritme dan ritme

Karakteristik puisi kuno

Selain ketentuan puisi kuno, ada karakteristik puisi kuno, termasuk:

1. Tampaknya kaku karena Anda harus mengikuti aturan

2. Penulis biasanya tidak dikenal karena merupakan warisan

3. Disampaikan secara lisan

4 pada 5 halaman
Jenis puisi kuno: Mantra, Pantun, Karmina
Ada tujuh bentuk puisi kuno, yaitu Mantra, Pantun, Karmina, Gurindam, Syair, Seloka dan Taliban. Kami mencoba berdiskusi satu per satu.

1.Mantra

Jenis puisi kuno pertama adalah mantra. Mantra adalah semacam puisi lama yang kadang-kadang dianggap sebagai kekuatan gaib seperti doa. Karya sastra ini berisi rima dan irama yang dikenal karena sifatnya yang misterius.

Biasanya dengan antarmuka metaforis. contoh:

Tuhan ingin … Wabarakallah …

Penasaran, jangan sedih

Marah, jangan lari liar

Otak tidak hilang.

Hati tidak kosong

Darah tidak sekotor Kotornye.

Buah! alhamdulillah

(Dikutip oleh Sapardi Djoko Damono “Katakan, itulah artinya.” (2016))

2 Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi kuno yang begitu populer dan terkenal di masyarakat. Karakteristik sajak adalah sajak a-b-a-b, 1 bait terdiri dari 4 baris, setiap baris terdiri dari 8 hingga 12 kata dan dua baris pertama adalah Sampiran, 2 baris berikutnya dipenuhi.

Pantun sendiri memiliki anak laki-laki seperti sihir, pantomim anak-anak, dewan dan lainnya.

contoh:

Pergi ke pantai di siang hari bolong

Gunakan mesinnya, Parman

Jangan berbohong

Jika Anda tidak ingin dihindari oleh teman

3. Carmina

Berbagai jenis puisi berikutnya adalah Karmina. Carmine sering disebut sebagai sajak anak-anak, karena sajak adalah sajak, tetapi isinya pendek. Biasanya Karmina hanya memiliki dua baris di setiap kamar, terdiri dari 8 hingga 12 suku kata di setiap baris, baris Sampiran pertama dan baris kedua adalah konten dan berima a-a.

contoh:

Pak Sulam akan ke Cina

Selamat malam untukmu

5 pada 5 halaman
Gurindam, Syair, Seloka, Talibun

4. Gurindam

Lalu datanglah Gurindam. Jika Karmina adalah sajak pendek atau sajak pendek, Gurindam adalah sajak pendek, Gurindam biasanya berisi dewan dengan aturan 2 baris di setiap bait dan sajak a-a dan setiap baris bahagia.

contoh:

Jika Anda benar-benar belajar kesuksesan, Anda akan merangkul diri sendiri

Tidak hanya menjadi cerdas di kepala Anda, tetapi Anda juga harus pintar untuk mengikuti

Jika Anda tidak tahu, Anda harus mencari ilmu

5. Puisi

Lalu datanglah Syair. Puisi itu sendiri berasal dari bahasa Arab dengan garis yang terdiri dari 4 baris dalam satu ayat dengan ayat a-a-a-a. Puisi biasanya berisi cerita dengan saran. contoh:

Jika Anda memiliki masalah

Dan dapatkan semua ujian

Tolong, Tuhan

Tuhan harus mengabulkan

Ilmu pengetahuan bukan untuk kekayaan belaka,

Sains tidak akan abadi,

Karena sains membuat Anda tetap terjaga,

Dan sains akan membuat Anda dewasa,

6. Seloka

Seloka adalah salah satu puisi lama dengan peribahasa dan perumpamaan yang berisi sindiran, lelucon, dan bahkan ejekan. Seloka adalah bentuk puisi Melayu yang ditulis dalam 4 baris atau lebih.

contoh:

Saya bertemu cinta. Duduk di malam hari sampai trek melebar. Tulang sendi bergetar

7. Talibun

Jenis puisi terakhir adalah talibun. Talibun adalah sajak yang umumnya lebih panjang dari Pantun. Garis yang lebih panjang seperti 6 garis, 8 garis, 10 garis dan sebagainya.

contoh:

Elang terbang

Sasaran mangsa di daratan Jawa

Makanan hilang di rawa

Oh, kamu anak muda

Jangan diabaikan dan ditipu

Dengan bid’ah dunia

Inilah penjelasan tentang jenis-jenis puisi lama dan contoh-contoh pendek. Kami berharap artikel ini akan memperluas pengetahuan Anda tentang literatur lirik kuno.

Sumber: ciri ciri puisi lama

Baca Artikel Lainnya:

Manfaat Dan Khasiat Sayur Selada Untuk Kesehatan

Definisi Sistem Pemerintahan 2 Kamar