Penentuan likuiditas

likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya membayar hutang jangka pendek, yaitu; hutang usaha, hutang dividen, hutang pajak dan lainnya.

Pandangan lain adalah bahwa makna likuiditas adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk melunasi hutang yang harus dibayar segera (kewajiban lancar) menggunakan aset lancar.

Secara umum, tingkat likuiditas perusahaan ditampilkan dalam angka-angka tertentu, seperti; rasio cepat, rasio saat ini dan rasio kas. Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan, semakin tinggi produktivitasnya.

Sebagai contoh, perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi lebih mungkin mendapatkan dukungan yang berbeda dari banyak pihak; lembaga keuangan, pemberi pinjaman dan pemasok.

Pengertian Likuiditas Beserta Fungsinya

Untuk lebih memahami apa itu likuiditas, kita bisa beralih ke pendapat para ahli berikut:

Oleh Bambang Riyanto (2010: 25)

Likuiditas – ini adalah masalah yang berkaitan dengan masalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, yang harus segera dilunasi.

Menurut Siafrid Hani (2015: 121)

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban keuangan yang dapat segera dibayarkan atau dikeluarkan. Secara khusus, likuiditas mencerminkan ketersediaan dana yang dimiliki oleh perusahaan untuk melunasi semua hutang yang jatuh tempo.

Menurut Handono Mardiyanto (2009: 54)

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar tepat waktu kewajiban (utang) jangka pendek, termasuk pembayaran utang jangka panjang selama tahun tersebut.

Fungsi dan keunggulan likuiditas

Likuiditas perusahaan memiliki fungsi dan keunggulannya sendiri untuk proses operasional perusahaan. Fungsi dan keunggulan likuiditas adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai media ketika melakukan operasi bisnis sehari-hari.
  2. Sebagai alat untuk memprediksi kebutuhan pendanaan yang mendesak atau mendadak.
  3. Untuk memfasilitasi pelanggan (untuk bank atau lembaga keuangan) yang ingin memberikan pinjaman atau penarikan.
  4. Sebagai pedoman untuk tingkat fleksibilitas perusahaan dalam memperoleh persetujuan investasi atau bisnis menguntungkan lainnya.
  5. Sebagai alat untuk meluncurkan perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja.
  6. Sebagai alat untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek.
  7. Dapat membantu manajemen memverifikasi efektivitas modal kerja.
  8. Untuk membantu perusahaan dalam menganalisis dan menafsirkan posisi keuangan jangka pendek.

Sumber : https://guruakuntansi.co.id/

Komponen likuiditas

Menurut Robert Fry Engle dan Joe Lange, ada tiga komponen utama dalam likuiditas, yaitu; Kepadatan, Kedalaman dan Stabilitas. Masing-masing komponen ini saling berhubungan untuk menjaga tingkat likuiditas dan stabilitas ekonomi di perusahaan.

Berikut ini adalah penjelasan dari tiga komponen:

  1. Density: celah atau jarak yang terjadi antara harga normal suatu produk dengan harga yang disepakati.
  2. Kedalaman: Jumlah atau volume barang yang dijual dan dibeli pada tingkat harga tertentu.
  3. Keberlanjutan: tingkat di mana kecepatan harga berubah ke arah harga efektif setelah penyimpangan atau ketidakstabilan harga.

Demikianlah pembahasan mengenai likuiditas, terima kasih.